Tullamarine House of Horror

Posted on

Pada tanggal 14 Januari 2021, hari Kamis, di sebuah suburb bernama Tullamarine di Victoria, Australia. 4 mayat ditemukan, seorang istri dan tiga orang anaknya. Usia mereka yaitu 42, 7,5 dan 3. Mayat mereka ditemukan oleh suami saat pulang kerja. Suaminya menghubungi bantuan darurat tetapi sudah telat dan dia dibawa oleh polisi. Sesudah pemeriksaan, suami dibebaskan dan polisi menduga ini adalah aksi murder-suicide. Ibu ini yang membunuh anak-anaknya dan kemudian bunuh diri.

Banyak media yang menangis, meraung dan memaki-maki sang ibu. Terutama sesudah penemuan sebuah gambar oleh salah satu anak mereka, sebuah gambar yang dibuat untuk memohon bantuan, “Mama akan membunuhku” dan gambar itu diletakkan di jendela, tetapi tidak ada seorang pun menaruh perhatian pada gambar tersebut.

Sang ibu menderita depresi, dan lockdown ketat yang berlangsung di Melbourne, di mana orang tidak boleh keluar kecuali ke apotik, supermarket, dan rumah sakit. Kerja harus lewat rumah, olahraga hanya 1-2 jam sehari sendirian kecuali bareng orang rumah. Masa-masa itu, merupakan masa paling sulit bagi banyak orang termasuk diriku yang hidup sendiri, kadang kala emang keliatan kematian lebih gampang, sayangnya ibu ini tidak mencari bantuan.

Tetangga dia sangat merasa kaget karena mereka keluarga yang baik, tidak pernah mencari keributan, selalu sopan, anak-anaknya yang selalu ceria dan disayangin dengan komunitas di sana. Ada seorang tetangga berkomentar kalau ya, sang ibu menjadi pendiam sejak keluar dari lockdown, dia tidak lagi seceria dulu, di sini masalahnya. Waktu lockdown, saya beruntung karena hampir setiap hari ada yang menghubungi saya untuk memeriksa keadaan saya yang hidup sendiri. Saya memiliki kucing yang mendengari keluh kesah hidup ini. Tetapi sesudah lockdown, terutama dekat perayaan natal dan tahun baru, banyak yang lupa dengan beratnya lockdown, lupa dengan mereka yang hidupnya terguncang karena lockdown. Berapa kali kamu menghubungi temanmu dan keluargamu dan memeriksa keadaan mereka? mungkin berkurang banyak.

Saya mengerti kenapa ibu itu membunuh anak-anaknya dan bunuh diri. Saya tidak menyetujuinya dan juga tidak mendorong perbuatan seperti ini. Akan tetapi, ibu ini terlalu sayang anak-anaknya, dia tidak ingin mereka hidup di dunia yang gelap ini, dia ditutupin awan gelap dan dia merasa anak-anaknya juga hidup seperti itu. Ini kenapa orang butuh bantuan jika ada depresi, kadang tidak bisa mereka membedakan dunia asli dan bayangan. Pembunuhan ini hanya membuktikan rasa sayang kepada anak-anaknya yang begitu besar. Jujur aja, 98% orang tua yang membunuh anaknya tanpa rasa sakit yang luar biasa, itu tidak mungkin. Ya sih, kita sering dengar pembunuhan anak-anak karena mau balas dendam ke pasangannya, tetap saja kalau itu anak kandung mereka, mereka pasti merasa sakit, sedih dan menyesal tetapi rasa marah dan cemburunya yang lebih besar.

Gue anjurin deh, kalau ada yang merasa tidak lagi seperti biasanya, carilah bantuan medis, jangan ke dukun, jangan mencari bantuan supernatural, carilah psikologis yang cocok. Kadang kala, kamu perlu mengonta-ganti beberapa kali sampai ketemu yang cocok denganmu, itu normal, gue juga sampai 3 kali baru beruntung.

Ingat, bantuan itu ada, jangan sampai telat dan menyesalinya.

Take care everyone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *