The Witcher

Posted on

Buat peminat Games of Thrones, ini seri baru The Witcher di Netflix. Seri 1 hanya ada 8 episode dan seri kedua mungkin baru akan ditayang pada tahun 2022. The Witcher adalah sebuah drama tentang Geralt of Rivia, dia seorang pembunuh monster. Bersama dengan Ciri (Putri dari Cintra) dan Yennefer (penyihir), mereka ditakdirkan untuk mengubah dunia. Buat yang suka GoT, ceritanya hampir sama, tentang peperangan antar negara demi kekuasaan. Bedanya, The Witcher, penuh dengan monster aneh dan penyihir-penyihir dilatih menjadi penasehat negara.

Drama ini penuh dengan kekerasan dan adegan dewasa jadi tidak cocok untuk anak dibawah umur (walaupun sering banget, anak di bawah umur tetap menontonnya).

Saat menonton ini, sering terpikir, kenapa ya film fantasi sekarang penuh dengan tema, peperangan antar negara tetapi yang jadi heronya kebanyakan anak muda. Apakah tema ini muncul karena keinginan penulis-penulis sekarang mengharapkan adanya perubahan dengan pemimpin di dunia? apakah mereka sudah membenci cara kepemimpinan yang tidak lagi sesuai zaman?  Apakah ini semacam panggilan kalau dunia harus dipimpin oleh yang lebih sesuai dengan perubahan yang ada?

Kalau kita lihat, pemimpin di dunia banyak yang berubah, emang lebih muda, Kanada dan Ukraine, ada pemimpin Wanita, Indonesia, Taiwan dan Australia. Kita tidak lagi hidup di masa ditraktor lagi tetapi tetap ada kita selalu kecewa dengan pemimpin yang ada hingga terjadi perlawanan kekuasaan.

Pas nonton ini, sering kepikir sih, kenapa ya kalau udah ada power, manusia cenderung berubah? benar karena manusia itu sebenarnya jahat? atau manusia emang bukan makhuk yang pintar, sehingga mudah tergoda dengan kecantikan, kekuasaan dan rasa ingin lebih.

Ada beberapa adegan, di mana Geralt menyarankan orang untuk tidak menjadi tamak, cuma pendapat dia dicuekin karena banyaknya manusia yang tidak bisa melawan keinginnya untuk mengubah hidup. Karakter Geralt seperti hati nurani kita yang paling dalam, kita tau itu tidak boleh dilakukan tetapi kita tidak peduli, mungkin karena takut, mungkin karena lemah, mungkin juga karena tidak mau.

Akhir-akhir ini, begitu banyak kejadian dunia, membuatku berpikir kalau kenapa persatuan dunia itu hampir tidak mungkin bisa terjadi, kenapa manusia selalu tidak puas dengan yang dimiliki. Benarkah hanya ada satu orang / sistem / agama / ras doank yang benar di dunia ini? benarkah rasa menerima satu sama lain buat kita itu susah. keknya emang perlu dipikir baik-baik deh demi generasi selanjutnya.

Seri ini juga membuat kita berpikir tentang keputusan, Yennefer dilahirkan dengan tubuh yang bungkuk karena dia merupakan gabungan dari peri dan penyihir. Sebuah persatuan yang tabu. Yennefer merelakan kesempatan punya anak seumur hidup demi tampang dan tubuh yang indah supaya dia bisa mendapatkan kesempatan untuk menjadi penasehat di negara yang kuat, hanya dengan itu, dia bisa membuat legacynya. Yennefer seperti pengacara yang menyelesaikan kasus narkoba, pemerkosaan dan pembunuhan di dunia kini. Dia mulai kecewa dengan pilihannya dan menginginkan anak. Dia mulai merasa kesepian, seperti cewek-cewek jaman sekarang di mana, harus bekerja dan kesempatan dan pilihan mendapatkan anak makin minim.

Jaman sekarang mau anak sangat susah, karena makin telatnya usia orang yang menikah dan stress saat kerja. Semua orang pasti ingin keluarga dan keturunan, seberapa kerasnya kamu, kamu pasti menginginkannya. Cuma ada yang datang telat, ada yang tidak bisa dan mampu. Makin banyak orang di dunia yang stress tidak bisa punya anak, oleh karena itu, teman-teman dan saudara yang suka bertanya “kapan ada momongannya?”. Berhentilah. Dunia sekarang sudah berubah, kita benar tidak tau apa yang dialami orang lain sehingga menjadi tidak berketurunan.

Ciri, seorang putri, bapak dan ibunya meninggal, dia dibesarkan neneknya yang merupakan Ratu Cintra. Awalnya ratu Cintra tidak setuju dengan orang tuanya untuk bersama, karena bapaknya adalah seorang ksatria yang diubah menjadi setengah manusia dan landak. Ratu sempat menyuruh Geralt untuk membunuh papa Ciri karena tidak mau malu di nama keluarganya. Sayang sekali, banyak orang sekarang masih dipaksa atau diatur pernikahannya ama orang tua mereka, orang tua maksudnya baik sih, tetapi apa benar itu selalu? apakah anak-anakmu akan lebih bahagia bila pasangannya ada pilihan ortu? Sampai kapan sih, manusia mau terima kalau di dunia ini tidak ada yang sama, perbedaan itu selalu akan ada dan normal, asal ada usaha pasti akan ada hasil.

Ngak tau ya, selama ini, aku selalu percaya kalau keputusan harus aku buat sendiri, karena kalaupun salah itu tanggung jawabku. Tidak mau menggunakan dan menyalahkan orang lain sebagai alasan kegagalan dalam hidup. Cuma, aku juga percaya aku belajar banyak banget dari keputusan yang aku buat, dan aku jarang menyesalinya. Aku ada banyak kegagalan dalam hidup, cuma itu adalah pelajaran untuk hidup.

Menonton drama ini, membuat aku berpikir banyak banget, mungkin mulai kecewa dengan dunia yang makin bahaya ini. Kadang rasanya ingin sembunyi di sebuah tempat yang jauh dari semua manusia, mungkin hidup akan tenang begitu cuma lama-lama merasa sepi. Manusia emang tidak pernah puas ya.

Anyway, buat yang ingin tau apa yang terjadi, tidak akan ada hasilnya, karena mungkin seri ini akan berlanjut sampai 4 season. Cuma, ini ada buku / komik dan juga gamenya buat yang ingin tau apa yang terjadi.

Enjoy

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *