Sekolah tidak aman

Posted on

Sejak minggu lalu, sekolah di Victoria, Melbourne, Australia masuk ke cawu ketiga. Cuma mürid SMU kelas 11 dan 12 diperbolehkan masuk ke sekolah di daerah metropolitan dan dearth Mitchell. Daerah pedesaan tidak perlu dilimit. Kelas 7-10 belajar dari rumah.

Saya senang bisa mengajar di kelas cuma saya khawatir karena angka aktif di Melbourne sedang mencemaskan, kami ada 2000 kasus aktif dan daerah tempat saya bekerja, Wyndham, kasus paling tinggi Sekarang di Victoria. Sekolah Islam Al-Taqwa ditutup sampai sekarang karena ada 140 kasus. dan sekolah itu dekat banget sekitar kurang dari 10 menit dari sekolah saya.

Belum lagi, plaza di Werribee, Tarneit penuh dengan kasus positif juga, itu tempot anak-anak sekolah saya dan Al-Taqwa berkumpul,, di sekolah kami juga banyak yang beragama Islam dan bersaudara dengan Al-Taqwa.

Akhirnya jumat kemarin, kami diberitahukan kalau diduga ada kasus positif di sekolah. Muridnya masih duduk di kelas 9 tetapi saudaranya di kelas 11. Kelas 9 masih di rumah, cuma kakaknya di jemput saat makan siang, dan guru-guru yang mengajarnya diberitahu.

Saya kemudian memeriksa list teman saya dan kagetnya saya, murid saya sendiri yang kena. Saya berada di ruangan yang sama selama 100 menit dua kali minggu lalu. Hari ini, konfirmasi dia positif, tetapi tétap saja saya tidak diberitahu, karena sekolah masih menunggu keputusan DHHS. Kepsek mengumumkan kalau sekolah masuk belajar di rumah untuk tiga Hari. Saya mencoba menghubungi sekolah untuk mencari tahu apakah saya perlu dites lagi. Sudah dua kali dan karena sinus, pemeriksaan hidung benar sangat tidak nyaman dan selalu berdarah.

Dari awal, saya tahu sekolah tidak aman, pemerintah selalu memaksa untuk kembali ke sekolah, karena bisnis perlu jalan, dan guru perlu baby sit anak-anak.

Pemerintah menjanjikan sekolah aman, sejak kami tau ada kasus, DHHS menunggu sampai hari senin siang baru membersihkan sekolah. Sanitizers masih kurang di sekeliling sekolah, guru tidak perlu memakai masker, atau kalau ingin aja, tetap saja ada kepsek yang tidak suka. Penggunaan masker oleh murid juga tidak wajib. Termometer yang mereka kirimkan, sangat tidak bagus, sering tidak berjalan dan saat gonta-ganti lebih menghabiskan maktu karena surat-surat yang diisi. Termometer juga tidak bisa memeriksa dengan baik jika kami baru masuk ruangan, melb sedang musim dingin.

Murid kelas 11 dan 12 sama sekali tidak mengerti bahayanya isolasi Wilayah. walaupun mereka mengerti, mereka cepat sekali melupakannya atau tidak peduli arena pengaruhnya ke mereka tidak besar. Banyak dari mereka yang bekerja sampingan, dan tempt kerja mereka juga di Wyndham, dan banyak yang tau seseorang yang kasusnya positif.

Jadi, sekolah sangat tidak aman, saya tidak berani keluar terutama sampai saya tes dan dapat hasilnya, saya tidak ingin membunuh orang Karena saya asymptomatic.

 

Semoga semuanya aman – di mana pun kamu berada

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *