Pre-Service Teachers

Posted on

Tahun ini, aku mendapat dua orang calon guru yang harus aku bimbing. A adalah seorang anak cewe dan karena keluarganya banyak guru, dia tau tentang apa yang perlu diantisipasi. B adalah seorang anak cowo dan dia punya pengalaman les tambahan sebagai guru.

A sangat dewasa dan benar membantu saya dalam masa bimbingan, saya bahkan mempelajari banyak hal baru tentang pembelajaran bahasa asing. B di sisi lain kekanak-kanakan. Bila sesuatu salah dibilangan, cemberut.

A mungkin tidak seceria B di kelas tetapi A benar berusaha sedangkan B mudah cocok dengan anak-anak tetapi di sisi lain, malas, mau bekerja segampang dia saja. A minta mengunjungi kelas-kelas yang susah, B kalau tidak cocok dengannya, langsung keluar dari kelas itu dan tidak seperti A, dia tidak mendiskusikan pengalamannya observasi kelas-kelas itu.  B sangat arrogan dan merasa dia lebih baik. Jujur aja, tidak, mengajar ejaan yang salah, dan tidak mau mengaku dan karena dia telat mengirim planning dia, saya tidak ada kesempatan yang cukup untuk memeriksa sehingga banyak kesalahan yang diperbuat. Pas diberitahu, dia bilang, pernah dengar orang berkata begitu, astaga. Tidak ada tanggung jawab dan cari alasan lagi.

B juga udah sering gua marahin, karena sikap dia yang cuek dan bikin gue stress. Dia mengirim pesan jam 9 malam, pas gue cuekin, dia tanya dengan santai paginya, gue marahin karena dia Australia, kami tidak lagi boleh diganggu pada jam itu kecuali penting, penting tidak yang dia bilangin, enggak, karena dia lupa topiknya dan dia tidak periksa email dan menulis sebelumnya. Dia tidak disiplin, siap menyibukkan orang lain. Dia telat datang, alasannya ada kelas tambahan, ada assignment. Pas A bareng aku, dia juga ada kerja sambilan dan assignments. Dia malah membuat waktu sebisa mungkin untuk mengunjungi lebih awal sebelum itu.

Aku saking stressnya, harus masukin permintaan untuk tidak menerima B lagi di sekolah kami sesudah ini, dia minta untuk datang mengunjungi, aku tolak dan aku jujur ke dia, kalau dia hanya membuat masalah dan tidak membantu dan aku tidak mau lagi menjadi guru pembimbingnya. Dia juga minta account facebook kek kamu sudah kenal dari awal, aku tolak. Apaan sih tujuan ini orang? menurut gue, dia benar tidak ada keinginan untuk menjadi guru, dia hanya apply karena mau mendapat citizenship di Australia.

Aku sempat ketemu A sesudah karantina wilayah, dan aku tanya ke dia apakah aku pernah kasarin atau marahin dia. A ketawa, dia bilang enggak, aku dideskiripsi orangnya benar terus terang dan benar membantu dia banget waktu dia mengajar. Aku juga memberitahu dia informasi soal kerja dan gimana bisa tahan lama disebuah sekolah. B sempat aku ajarin soal interview tetapi dia mau jawabannya doank, kaga benar berminat denganmu.

Anyway, mau venting doank, stress dibuat anak ini, udah mau ujian lagi.

Buat yang berminat jadi guru, ingat jadi guru itu tidak gampang, B baru akhir2 ini sadar, tetapi sepertinya dia calon guru malas. Kalau bisa pilih, aku pasti masukin A ke tempat kerja, anaknya benar rajin dan peduli pembelajaran bahasa asing.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *