Operasi Furbaby

Posted on

Misty kemarin dioperasi, sejak dia diadopsi, ada satu giginya yang bermasalah, setiap tahun dokter hewan mendiskusikan gigi itu denganku. Awalnya dia ditolak untuk dioperasi karena usia dan belum ada perubahan dalam sikap misalnya tidak makan. Akhir tahun lalu, pas pertemuan tahunan dengan dokter hewannya, dia akhirnya memutuskan kalau giginya itu harus dicabut kalau tidak bisa dibersihkan. Biaya operasi hewan emang mahal, tetapi dengan kesehatannya akhirnya aku menyetujuinya juga.

Misty harus puasa sejak jam 10 malam hari sebelumnya karena takut makanannya dimuntahkan kembali, dia hanya boleh minum. Dari pagi hari, Misty sudah menyadari ada sesuatu yang berbeda sehingga dia kabur dan bersembunyi. Hewan emang makhluk yang pintar. Sesampai di tempat praktek, perawat hewannya mulai berdiskusi soal anestetik dan mengambil izin tertulis dan oral keputusku. Pertanyaannya cukup membuat mata basah.

  1. kalau semua kemungkinan bisa terjadi saat Misty dianestetik. Intinya, dia ada kemungkinan meninggal
  2. kalau Misty terjadi komplikasi, apakah saya tetap mau menolongnya atau mereka perlu menghubungiku untuk minta lagi
  3. kalau tidak ada jaminan 100% kalau operasi akan sukses (Misty termasuk golongan sukses tingkat tinggi sih)
  4. saya memberikan mereka ijin untuk mengambil darahnya (2 tabung kecil) untuk ditest ginjal dan hati masih sehat dan bila iya, kemungkinan sukses makin tinggi.
  5. Jika terjadi komplikasi dan Misty meninggal, mereka akan segera menghubungi saya dan saya tetap harus menanggung semua biaya yang terlibat.

Sesudah pembicaraan itu, Misty dibawa keluar lagi dan aku diminta untuk mengucapkan kata perpisahan terakhir. Aku mengerti maksud perawat sebelum dia masuk ke ruang operasi, tetapi buat seorang mama dari kucing ini, mama yang sudah menjaga dan menemenin dia sekitar 9 tahun, dia benar anak aku yang tersayang juga. Air mata mulai berputar dan aku harus segera meninggali tempat itu.

Aku menangis saat di mobil dan teringat hari pertama dia dibawa pulang ke rumah, awal di mana dia tidak mau dekat dengan aku. Saat dia bermain dengan mainan pertamanya, tali merah yang hobi dikejarnya, terakhir dia takut ama mainan itu. Saat pertama kali dia memegang mukaku waktu pagi dan menyapaku. Teringat saat dia marah waktu aku pulang ke tempat kerja sesudah liburan panjang, saat dia memanggil dekat waktu makan dan minta main dengan lidi. Teringat saat aku keluar negeri dan pulang, dia dengar suaraku dan langsung keluar dari kotaknya dan berlari ke pelukanku, teman aku yang menjaganya dulu adalah mama angkatnya aja kaget karena dia sama sekali tidak mau berinteraksi dengan mereka selama di rumahnya. Juga ingat saat dia makan cupcakes, dia suka icingnya, dia jilat sampai kertas cupcakes basah, dia sangat suka kebab ayam, dan tentu saja kiss dia, dia benar mengerti arti kiss dan dia melakukannya dengan lembut, sedangkan Metal cuma mengerti kalau disuruh kiss, berarti kamu dijilat. Lidahnya yang berduri kan sakit.

Untuk seorang pemilik kucing, dia tidak hanya kucing doank, tetapi dia sudah menjadi anakku, walaupun aku tidak mengandungnya, dia dan aku melewatkan banyak bersama, dan bagiku sungguh berat mengucapkan perpisahan dengannya. Untung sekali operasinya berhasil dengan lancar, rumah sakit hewan mengurungnya selama 3 jam dan karena dia tidak ada gejala komplikasi, dia bisa pulang ke rumah. Selama perjalanan, dia hanya meow mungkin 2-3 kali, padahal awal berangkat sepanjang jalan, dia meoing aku. Meow dia masih sangat lemah, dan keliatan dia juga lemas.

Sesampai di rumah, Metal langsung berlari ke adiknya dan menciuminya. Misty membiarkan dirinya dicium, dan duduk langsung di lantai. Dia masih lemas, dia kaga begitu melawan walaupun dia masih was-was, mungkin merasa dihianati mamanya. Aku memberinya makan pada jam 4 sore, cuma sedikit makanan yang kuberikan karena dia diinfus sebelumnya, takut dia muntah. Dia sangat kelaparan, habis makan dia langsung mencari tempat nyaman tetapi dia tidak tenang. Hari yang panas juga, walaupun AC sudah dinyalakan, dia tetap merasa tidak enak.

Setiap jam, dia aku kasih makan sampai sekitar jam 8 malam, dia tidur, aku kebangun jam 4 untuk memeriksanya, dia masih lemas, dan langsung kusiapkan makanan basah (itu makanannya untuk seminggu), dia langsung melahap semuanya. Dia minum, dia mencoba meowing tetapi tidak ada suara, trus dia kembali tidur, pas aku kebangun lagi pada jam 9 pagi, dia sudah duduk di lantai dan menungguku. Dia kuajak main bentar, dia langsung kecapekan, akhirnya kusiapin dia makan lagi. Dia makan trus duduk bengong. Seharian dia tidak ada suara, ada juga lemas banget.

Untungnya obatnya tidak ada rasa maupun bau, sehingga dia makan dengan mudah pas kucampuri dengan makanan basahnya. Sore pada jam 5, dia berjalan mengikutiku, sepertinya emang kelaparan, pas kukasih makan lagi, dia langsung ketiduran, lelap banget. Kupegang pawsnya yang imut, dia tidak bergerak, mencoba membuka mata sih, cuma kelihatannya lumayan berat. Dia tertidur lelap, hatiku antara tenang dan tidak. Tenang karena dia masih makan dan main, tidak karena sampai beberapa hari kedepan, dia tetap harus dipantau, ke toilet ngak, masih lemas ngak, kalau ya, dia harus balik lagi ke rumah sakit.

Semoga Misty cepat sembuh, aku yakin dia akan tetap membaik!

Doaiin anak ku ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *