Microsoft Teams

Posted on

Di Australia, sekarang ini, guru-guru sedang sibuk-sibuknya menyiapkan pembelajaran online dan semua sekolah menggunakan sistem yang berbeda. Ada yang menggunakan Google Classrooms, Twinkle dan lain-lainnya. Sekolah saya sendiri memilih untuk menggunakan Microsoft Teams karena kami sudah menggunakan OneNote dan Cloud dari Microsoft dan sudah ada licencenya.

Senin lalu, kami disuruh untuk mempersiapkan diri jika mungkin sekolah akan diliburkan selama 4 hari sampai 6 bulan tergantung situasi penyebaran COVID-19. Selasa dan Rabu kami menerapkan pembelajaran tentang Microsoft Teams dan juga SIMON (sistem internal sekolah kami). Karena pada waktu itu, kami hanya boleh berkumpul sebanyak 100 orang, kami membagi pembelajarannya selama dua hari untuk dua kelompok yang berbeda.

Saya harus mengaku kalau saya pulang kerja hari itu menangis, karena situasi di Australia sekarang, rak-rak di supermarket yang sudah kosong, banyak orang rasis terhadap orang Asia, sekolah yang memaksa kami harus segera menggunakan Microsoft Teams sedangkan saya sendiri belum tau cara memakainya, belum lagi, murid-murid yang sudah stress bertanya trus kapan mereka libur, orang tua yang mengirim email atau menelpon untuk menanyakan situasi, kami para guru bekerja sangat berat untuk menenangkan orang tua dan masyarakat di sekitar kami.

Saya mengerti kalau Prime Minister ingin kalau anak-anak para dokter, dan juru rawat bisa konsentrasi di rumah sakit, tetapi situasi sudah memburuk, inilah saat untuk karantina wilayah (lockdown) secara total. Anyway, saya mulai off topik.

Saat menghadiri training untuk Teams, saya mulai merasa tenang, karena ini sangat mirip dengan chatroom dan meksos yang sudah sering saya pakai. Cuma saya sadar banyak guru yang sudah tidak berusia muda dan mereka banyak yang tertekan karena kami dipaksa langsung menggunakannya pada hari kamis sedangkan belum semua orang diajarkan.

Peggunaan Teams:

  • ada sosial page, di mana guru dan kelasnya bisa berdiskusi. ini sangat mirip dengan facebook, kami juga bisa sharing files tetapi hati-hati, awalnya file yang saya sharing menjadi online files sehingga satu orang edit, semua terisi.
  • ada chat yang sifatnya lebih private
  • ada video calls, di mana guru bisa menggunakan papan tulis sambil mengajar dan sharing files, PowerPoint misalnya, trus mengajar itu dengan suara mereka
  • ada pilihan jangan memakai camera, cuma suara juga
  • ada option blur background, jadi background tidak jelas kecuali orangnya
  • bisa live events juga untuk acara besar-besaran, lebih cocok untuk bisnis.
  • ada classnotes, di mana, guru bisa membuat folder untuk tugas, dan di share langsung ke buku catatan online mereka, bisa bikin pages juga.
  • semua percakapan juga direkam, sehingga murid harus lebih bertanggung jawab
  • murid bisa dimute, jadi mereka tidak bisa mengetik lagi dan harus mendengarkan gurunya berbicara (tergantung murid juga)
  • bisa send gif dan emoji
  • bisa set limited power untuk murid (chat tidak bisa call)
  • bisa juga set call ke nomor asli kamu, tetapi di sekolah kami pakai email karena privacy di Aussie sangat penting
  • bisa download appsnya dan lebih bagus dari versi online.

 

Negatifnya

  • Saat video call, kamu hanya bisa melihat 4 layar, sedangkan jika pelajarnya ada 24 orang, kamu bisa sih unpin murid yang sudah kamu perhatiin dan ganti orang
  • lagging kalau banyak yang pakai
  • Pembuatan pages untuk Classnotes, kadang harus menunggu lama untuk pagesnya muncul dan juga soal dan pertanyaan yang dibuat oleh pengajar. Lebih mudah kalau transfer dari Onebook langsung.
  • tidak ada apps untuk membuat gurunya lebih cantik dan ganteng, karena teman-teman saya tanya trus ke saya.
  • perbedaan versi online dan apps bisa membingungkan
  • semua percakapan direkam, merasa seperti diperhatikan big brother trus.

 

Sejauh ini, pengalaman saya sendiri dengan Teams, saya senang dan saya juga merasa sudah saatnya menggunakan alat pembelajaran untuk flipped learning. Cara pembelajaran baru, tetapi saya harap sekolah memberikan lebih banyak training untuk guru-guru yang pertama kali menggunakannya. Saya sendiri mengajar teman-teman saya karena banyak dari mereka lebih gaptek dan banyak yang sudah break down di sekolah karena tekanan yang ada.

 

Semoga ini berguna buat ada yang ingin mencoba pembelajaran online

Happy Studying

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *