Dewasa mendadak

Posted on

Manusia itu tiba-tiba dewasa, bukan karena umur tetapi karena pengalaman. Sudah merayakan ultah-ke18/21 juga tidak berarti orang itu dewasa, kita itu dewasa karena ada sesuatu yang sulit terjadi, kita mengerti kalau sikap anak-anak bukan yang paling cocok saat itu, mendadak kita menghadapi masalah yang berat dan kita harus membuat keputusan untuk menjadi dewasa, terpaksa dewasa.

Saat menjadi dewasa, kamu mengerti air mata hanya untuk kamu sendiri bukan untuk diprihatinin orang lain. Air mata tanda ada masalah yang sangat berat yang tidak ingin kamu ceritakan ke orang lain, saat ada yang tanya, kamu jawab sakit karena tidak ingin terlihat lemah. Kamu mengerti kalau semua orang ada masalah sendiri dan tidak ada gunanya membebani orang lain dengan masalahmu.

Kamu belajar menangis waktu malam hari dan keadaan sepi, kamu bahkan menangis dengan menutup kepalamu dengan bantal supaya orang tidak mendengarkan teriakanmu, atau terganggu olehmu. Kamu belajar memaafkan dan mengerti artinya menjaga jarak. Mulai dewasa kamu juga mulai mengerti teman mulai berkurangĀ  dan itu tidak apa-apa karena kamu hidup di dunia ini bukan untuk orang lain.

Orang yang pernah sangat dekat ama kamupun mulai berkurang satu demi satu, ada yang terakhir tetap berada di sampingmu mungkin sampai salah satu meninggal, itu sudah beruntung. Orang yang pernah kamu cintai juga, akhirnya akan meninggalkanmu, mungkin karena masalah kesehatan, karena tidak lagi mempunyai tujuan yang sama ataupun karena ada kegaduhan dan komplikasi. Orang yang pernah kamu peluk, cium, sayang dan membagi segalanya, terakhir mungkin bukan orang yang menjalani hidup ini bersama, doaiinlah yang terbaik untuknya karena kamu tidak mengerti apa yang terjadi di hidupnya.

Orang yang pernah kamu kenal dengan baik, juga karena perubahan dalam hidupnya terpaksa memilih jalan yang berbeda, walaupun kalian berusaha tetap saja suatu hari, rasa kangen, sayang dan peduli merubah menjadi text yang singkat. Kadang sayang juga tidak cukup untuk buat meneruskannya.

Aku beruntung pernah ketemu orang yang begitu susah untuk berpisah, tetapi menjadi dewasa berarti aku mulai mengerti gunanya sendiri. Hidup ini ada banyak percobaan dan hidup tidak sesuai dengan yang aku impikan, tetapi aku tidak mau menyesali apapun yang terjadi, pelajaran yang kupelajari dan kenangan yang indah.

Aku tidak ingin tersakiti karena aku tidak mampu lagi untuk disakitin, makin sering disakitin, makin lama waktu sembuhnya, kadang sembuh atau tidak, kamu mulai terbiasa dengannya. Kamu mulai mengerti hidup ini ada manis, senang, sedih dan sakitnya, kurangin orang di sampingmu, berkurang juga rasa sakitnya. itu juga tetap ngak akan menghilangkannya sama sekali. Kesepian kadang kala merayap masuk sehingga malam saat tidur menjadi masa terindah, kamu tidak perlu mikir atau sedih. Kecuali saat terbangun dan matamu basah, begitu juga bantalmu.

Masih teringat masa dipeluk oleh orang yang disayang, begitu nyaman dan indah, tetapi tangan itu tidak mungkin lagi bisa kamu jangkau, masih ingat suara lembut yang menanyakan kabar, kadang ingin dihubungi, supaya bisa melihat dan mendengar kabarnya tetapi situasi seperti ini hanya akan merusak hidupnya.

Aku tidak ingin menjadi beban, hidup harus terus berlanjut, cepat atau lambat, semua akan berakhir, tidak ada yang hidup seumur hidup, itu yang pasti dan menjadi dewasa, kamu mengerti, melepas.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *