Black Lives Matter

Posted on

25th May 2020, George Floyd, orang hitam dari Minneapolis, Minnesota, Amerika terbunuh. George membeli rokok dari toko dan penjual menuduh dia membayar dengan uang palsu dan karena dia menolak mengembalikan uangnya dan mabuk, pemilik toko memanggil polisi.

4 orang polisi orang putih datang dan menangkapnya, mereka menahan dia dilantai dan salah seorang polisi menekan leher George dengan kakinya. George mengatakan kalau dia tidak dapat bernafas lagi, tetapi tetap saja polisi tersebut menahannya dan saat medis datang, George sudah tidak bergerak.

Video tersebut disebar di meksos dan kemudian menyebabkan demonstrasi besar-besaran di seluruh dunia dan keributan di Amerika. Situasi ini makin memburuk setelah Trump mengeluarkan militer untuk menghentikan kerusuhan di berbagai tempat di Amerika, Trump juga menyatakan pemerintah setempat tidak berguna karena tidak menghentikan kerusuhan, padahal, dia tidak sadar semua perbuatannya telah membuat parah situasi saja termasuk pengambilan foto dengan alkitab di depan gereja, maksudnya untuk apa?

Black Lives Matter demonstrasi emang sangat penting karena intinya untuk menghadapi masalah diskriminasi. Yang tidak saya sukai yaitu waktunya. Ini masih masa wabah covid-19, melbourne sendiri hanya memperbolehkan 20 orang untuk berkumpul, tetapi demonstrasi di kota Melbourne, dihadiri oleh 10,000 orang. Hal sama terjadi di Sydney, Brisbane, Canberra dan Adelaide dan bahkan kota-kota tersebut dihadiri sampai 30,000.

Penyelenggara demonstrasi kemarin mengatakan kalau mereka tidak bertanggung jawab kalau terjadi kerusuhan dan mereka tidak bersedia untuk menghentikan karena waktunya tidak tepat, menurut mereka ini waktu yang tepat karena diskriminasi di Australia makin parah. Mereka juga menggunakan kesempatan ini membela komunitas Aborigin yang sudah sering menjadi korban rasis.

Saya setuju dengan keluarga Floyd yang mengatakan kalau perbuatan kerusuhan ini pastilah tidak diinginkan oleh George. Mereka mendorong orang-orang untuk dididik dengan pendidikan, karena pendidikan memberikan pemikiran kritikal. Hal yang benar, ya emang penting membela diskriminasi ras, agama dan warna kulit dihentikan, tetapi harus pada waktu yang benar. Saat demonstrasi banyak yang tidak menggunakan masker atau menjaga jarak. Yang gue kasihanin juru rawat dan dokter di rumah sakit yang menjaga orang-orang terkena covid-19, juga orang yang sakit dan ketakutan karena wabah ini, saya juga kasihan dengan bisnis-bisnis yang baru mulai dibuka jika terjadi gelombang kedua.

Saya kasihan dengan orang tua yang harus dikurung lagi bersama anak-anak mereka karena keputusan orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Pendidikan sangat penting tetapi ini bukan pendidikan sekolah, tetapi juga pendidikan di rumah, ajarilah anak-anak untuk berpikir kritikal dan bisa membedakan baik dan buruk. Banyak orang berpendidikan tinggi tetapi sombong tetapi juga jangan mau jadi katak dibawah tempurung.

Sebenarnya masalah ini juga ngak black and white doank, George juga berbuat salah, polisi juga tidak berhak membunuh, media juga tidak berhak mengobar masalah satu pihak, trump yang tidak bisa dipercaya, orang yang dungu, tidak mau cari tau masalah yang sebenarnya. Ini pelajaran yang baik untuk kita semua, mungkin kita semua perlu memaafkan dan kalau tidak bisa setidaknya sopan saja deh, pakai jurus basa-basi.

Semoga Melbourne tidak dilanda gelombang kedua karena bisnis bakal banyak yang mati. Kota Melbourne sekarang sangat sepi, parking banyak dan toko masih banyak yang tutup dan tempat makan tetap hanya mau take away doank karena mereka juga takut.

Mari kita semua bertindak sebisa kita untuk mengurangi kesempatan orang ternjangkit wabah yang seram ini.

 

Stay safe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *